Pages

Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibu dan Anak. Tampilkan semua postingan

Bila si Kecil digigit Nyamuk

Sebagai seorang ibu sangat tidak menyenangkan melihat si kecil merasa tidak nyaman karena digigit nyamuk. Selain kulitnya gatal, tidurnya pun jadi terganggu. Bila ia akhirnya menangis, Anda pasti bakal repot menenangkannya. Apalagi bila meninggalkan bekas di tubuhnya.

Namun berhati-hatilah, jangan sampai salah menanganinya.

Gunakan bedak, tapi…

Umumnya, gigitan nyamuk tidak akan mencederai si kecil. Kecuali, bila yang menggigit adalah nyamuk penyebar penyakit, seperti Aedes aegypti dan Anopheles . Kedua nyamuk itu menyebabkan demam berdarah dan malaria.

Untuk menyiasati gigitan nyamuk tidaklah susah. Segera beri bedak pada bekas gigitan yang memerah. Sebaiknya, gunakan bedak yang mengandung senyawa mentol. Bedak ini akan memberi efek dingin, yang dapat mengurangi rasa gatal.

Perlu diingat untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk, jangan terlalu banyak menggunakan bedak mentol. Cukup ditaburi di kulit yang digigit nyamuk saja. Bila bekas gigitan nyamuk banyak, sebaiknya segera bawa si kecil ke dokter. Kalau perlu, dokter akan memberinya obat antiradang.



Mencegah selalu lebih baik

Cegah nyamuk bertandang ke rumah Anda dengan selalu menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan rumah. Misalnya saja, dengan tidak membiarkan air tergenang, dan menutup rapat-rapat tempat penampungan air. Selain itu, lakukan juga:

• Pasang kelambu di atas boks bayi, atau menutup si kecil dengan penutup yang bentuknya mirip tudung saji yang sekelilingnya dilapisi kelambu.

• Selimuti tubuh si kecil. Bisa juga, kenakan baju berlengan panjang dan celana panjang.

• Ciptakan kamar tidur bayi yang bebas nyamuk dengan menggunakan:

• Obat anti nyamuk semprot (minimal satu jam sebelum bayi tidur).

• Obat anti nyamuk listrik (minimal 5 meter dari boks bayi).

• Pasang kawat anti nyamuk pada setiap ventilasi kamar maupun ruangan lainnya.

Setelah melakukan berbagai pencegahan, tetap pantau kondisi si kecil, karena bukan tak mungkin ada nyamuk yang “lolos” dari upaya Anda tersebut.

Hindari Ini!

• Lotion /krim anti nyamuk yang dioleskan pada tubuh bayi. Karena, bahan-bahan yang terkandung di dalamnya dapat mengiritasi kulit bayi yang masih sensitif. Akibatnya, kulit si kecil jadi kering dan terasa perih.

• Minyak telon, minyak kayu putih, minyak tawon atau minyak jenis lain . Minyak tersebut umumnya memberikan efek hangat yang mungkin akan membuat si kecil malah semakin tidak nyaman.

• Obat nyamuk bakar . Asapnya juga dapat mengganggu pernapasan dan beresiko terjadinya kebakaran.

Semoga bermanfaat.

OBAT BATUK BUAT BAYI

Mempunyai bayi memang sangat menyenangkan,kita bisa terhibur saat melihatnya tertawa, atau tingkah lucu lainnya.


tetapi, saat anak kita sakit, maka hilanglah keceriaannya.
Ya anak-anak kecil memang rentan dan mudah terkena penyakit dikarenakan sistem imun di tubuhnya belum lengkap.
penyakit yang sering menyerang anak-anak atau bayi antara lain batuk dan pilek.

jika batuk/pilek menyerang bayi/anak kita, jangan panik. beberapa orang tua terkadang sangat panik kalau anakknya kena batuk/pilek.alternatif pertama biasanya mereka akan membawa anaknya ke dokter. padahal di dokter biasanya anak kita hanya diberi obat penurun panas, dan obat batuk/pilek yang terbuat dari bahan kimia.

kasihan ya anak kita, sedari kecil harus sudah menelan berbagai bahan kimia dari obat-obatan yang kita berikan.
padahal banyak sekali alternatif obat tradisional warisan leluhur (:D). yang relatif lebih aman dan bisa dikatakan tidak ada efek sampingnya.

untuk mengobati batuk :

bahan : Madu + jeruk nipis (1:1)

cara membuat :

peras jeruk nipis, saring dan campurkan dengan madu.
lalu bungkus dengan plastik dan kukus sebentar .

setelah itu, biarkan agak dingin, dan minumkan ke bayi kita setiap pagi dan sore hari (2x sehari).

rasanya, mmm segar , manis+kecut2 sedikit ( buktinya rafa suka …)

catatan : bisa dibuat banyak sekaligus. biar tahan lama, simpan dalan wadah yang tertutup rapat, lalu taruh dikulkas. kalau mau diminumkan tinggal dipanaskan (wadahnya disiram air panas/air hangat)

Makanan Pendamping ASI yang Dapat Diberikan Kepada Bayi

Makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap, baik tekstur maupun porsinya, dan disesuaikan dengan kesiapan bayi dalam menerima makanan. Dari sisi tekstur, awalnya berikan bayi makanan cair dan lembut. Setelah bisa menggerakan lidah dan mengunyah, berikan makanan semi padat. Sedangkan makanan padat diberikan ketika sudah mulai tumbuh gigi. Porsi makannya juga bertahap, mulai dari satu sendok dan secara berangsur ditambah sesuai porsi bayi.

Pada usia 6-9 bulan, tekstur makanan sebaiknya cair, lembut/ saring, seperti bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran saring/dihaluskan. Setelah usia 10-12 bulan, beralih ke makanan kental dan padat namun bertekstur lunak, seperti aneka nasi tim. Usia 12-24 bulan, bayi mulai dikenalkan makanan padat namun tetap memperhatikan rasa. Hindari makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, seperti makanan berbumbu tajam, pedas, terlalu asam atau berlemak. Pada masa ini kenalkan finger snack / makanan yang bisa dipegang seperti cookies, nugget atau potongan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih ketrampilan dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya.

Berikut beberapa makanan pendamping ASI yang dapat diberikan kepada bayi :

1. Susu formula
2. Bubur susu. Diberikan ketika bayi telah berusia 6 bulan keatas. Fungsinya sebagai makanan pendamping ASI, sehingga ASI tetap diberikan sebagai makanan utama.
3. Beras, Jagung dan havermut. Dapat diberikan sebagai makanan pokok alternatif saat bayi berusia 6 bulan keatas karena merupakan sumber karbohidrat.
4. Telur. Ketika berusia 7 bulan, bayi bisa diperkenalkan dengan telur. Sebelumnya, perhatikan dulu apakah ada reaksi alergi seperti gatal-gatal atau diare setelah beberapa hari mengkonsumsi.
5. Ikan. Ikan sangat baik karena serat dagingnya halus dan merupakan sumber protein. Ikan bisa disajikan sebagai campuran pada makanan bayi, misalnya pada tim atau sup.
6. Daging. Mengingat pencernaan mereka belum optimal, pilih daging yang sedikit mengandung lemak. Giling daging menjadi halus, lalu campurkan pada makanan agar mudah dicerna.
7. Buah-buahan. Untuk awal, perkenalkan si kecil sebatas pada buah pisang, jeruk manis, dan pepaya. Sebaiknya jangan memberi mangga, karena banyaknya serat dapat membuat anak diare.
8. Tempe dan tahu. Untuk si kecil yang alergi pada sumber protein seperti ikan atau ayam, gunakan tahu dan tempe sebagai pengganti sumber protein.
9. Sayuran. Pada usia 6 bulan, bayi dapat dikenalkan pada aneka sayuran. Sayuran cukup dicincang halus.Sayuran sebaiknya dimasak dalam waktu singkat. Air rebusan harus mendidih terlebih dulu agar kandungan vitamin dalam sayuran tidak terbuang bersama air.
10. Keju. Anda pun boleh mengenalkan keju pada si kecil karena keju kaya kalsium. Beberapa jenis keju seperti cheddar, atau edam cocok dicampur ke dalam makanan si kecil.

About