Pages

Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Gambaran Proses Elektronik KTP di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) di Jakarta masih menunggu kiriman alat dari Kementerian Dalam Negeri. Pembuatan e-KTP di Jakarta merupakan tanggung jawab dan kewajiban Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kemdagri.

"Kami, Jakarta, sudah siap melaksanakan e-KTP. Tetapi kami hingga saat ini masih menunggu kesiapan dari Kementerian Dalam Negeri, seperti penyediaan alat," kata Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI Jakarta, Purba Hutapea, Selasa (19/7/2011).

Sesuai jadwal yang ditetapkan Kemdagri, penerapan e-KTP dimulai sejak 1 Agustus sampai dengan pertengahan November 2011. Namun, saat ini, perangkat alat, jaringan, blangko e-KTP dan bimbingan teknis kepada operator belum tersedia. "Itu merupakan kewajiban dan tanggung jawab Kemdagri. Minggu ini, alat itu mestinya sudah siap," tutur Purba.

Soal operator yang nantinya akan bekerja untuk melayani masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI melakukan perekrutan orang yang paham teknologi sebanyak 1.414 orang. Ditargetkan perekrutan ini selesai pada 20 Juli dan dilanjutkan untuk ikut bimbingan teknis. "Untuk alat itu ada 707 perangkat. Tiap perangkat butuh dua operator sehingga jumlah tenaga operator yang dibutuhkan 1.414 tenaga honorer," ungkap Purba.

Dari 267 kelurahan di Jakarta, sebanyak 7.498.272 orang wajib mengganti KTP lama menjadi e-KTP. Penduduk akan dipanggil berdasarkan kartu keluarga melalui surat panggilan yang telah ditentukan tanggal dan jam kedatangan ke kelurahan sehingga tidak terjadi penumpukan massa. Pada e-KTP akan terdapat sebuah cip yang mampu menyimpan data penduduk, pas foto, sidik jari, dan tanda tangan. Data pada e-KTP ini akan terintegrasi langsung dengan sistem pendataan nasional yang terpusat di Kemdagri.

Anggaran yang disiapkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil DKI untuk pengadaan e-KTP sebesar Rp 20 miliar untuk sosialisasi, honor operator, dan peningkatan catu daya listrik di tiap kelurahan. "Setiap alat memerlukan listrik 350 watt. Satu alat itu untuk melayani 15.000 penduduk sehingga jika ada 30.000 penduduk, ya berarti alatnya ada dua," ungkap Purba.

Ia menambahkan, pelayanan akan dibuka tiap hari bahkan Sabtu dan Minggu. Sementara itu, untuk layanan malam dibuka hingga pukul 20.00.
Sumber: Kompas

E KTP Sudahkah Siap Diluncurkan?



Elektronik Kartu Tanda Penduduk atau disingkat E-KTP adalah program baru yang baru saja diluncurkan, meskipun realisasinya dimasing-masing wilayah tidak sama. DI DKI jakarta dan Jogjakarta akan direalisasikan pada bulan Agustus tahun ini. Berarti kedua wilayah tersebut sudah “siap” dengan sarana dan prasarananya.

Program baru tentu akan membawa konsekuensi baru juga, apalagi ini masalah identitas penduduk. KTP adalah kartu pintar yang dibutuhkan hampir disemua instansi ketika kita harus berurusan. Tentu sudah dipikirkan oleh pemerintah untuk mengantisipasi segala persoalan yang timbul. Termasuk kemungkinan jika KTP tersebut hilang dan data yang ada didalamnya diambil untuk kepentingan-kepentingan yang merugikan pemiliknya.

Persoalan juga akan muncul manakala program ini belum terintegrasi dg instansi yang lain., semisal Bank, yang masih membutuhkan contoh tanda tangan ( di E-KTP tidak ada ). NIK dan data-data yang disimpan didalam KTP memang akan mempermudah mengungkap data pemilik jika dibutuhkan, namun apakah semua instansi sudah mampu dari sisi sarana dan prasarananya. Mungkin tidak menjadi persoalan untuk kedua wilayah yang saya sebutkan tadi, tapi untuk wilayah pedalaman, hal ini akan jadi problem baru. Tapi saya juga yakin, pemerintah tentu sudah menyiapkan solusi ( mungkin…). Kekawatiran saya, Pemerintah kita kan senang dengan selebrasi ( Launching), meskipun semua sarana dan prasarananya belum siap….“yang penting Launching dulu.

Masalah juga timbul, ketika warga baru saja ngurus KTP ( model lama) dengan biaya yang mahal, dan “dipaksa” harus berganti KTP ( E-KTP) yang mana pengurusannya rumit dan biaya lumayan mahal untuk ukuran orang desa. Sudah menjadi rahasia umum, meskipun slogan KTP Gratis dah berdengung-dengung, tapi faktanya, ngurus KTP tetap membutuhkan biaya, yang terkadang mahal, terkadang murah tergantung seberapa dekat kita dengan petugas.

Salam

Kabar UN untuk Daerah Giritontro

GIRITONTRO, Berita Ujian Nasional pada hari senin, 18 April 2011 di sejumlah SMK dan SMA di Kecamatan Giritontro berjalan dengan tertib dan lancar, walau ada sebagian siswa yang tledor dalam mengisi identitas siswa dalam LJUN akan tetapi berkat pengawas yang tidak henti hentinya memberi peringatan untuk men cek ulang LJUN maka Ujian Berjalan Dengan Lancar, semoga saja UN tidak membuat bingung siswa, walopun dalam UN kali ini Kode Soal Semakin diperketat dengan memberi kode soal menjadi 4, yang sebelumnya kode soal hanya A dan B, namun kali ini menjadi P12,P25,P39, dan P54.. Semoga dengan hal ini Siswa yang mengikuti UN tetap semangat dan tidak minder, sukses selalu....
By Admin SMK GM 2 Giritonro

Apa Arti Dibalik Seragam Briptu Nurman Kamaru...

Jika diperhatikan, di setiap penampilannya Briptu Norman mengenakan seragam dinasnya. Munculnya pertanyaan kenapa setiapa penampilannya Briptu Norman pake seragam ?

Inilah Jawabnya
BRIPTU Nurman Kamaru laris manis jadi bintang tamu di berbagai program televisi. Tapi, meski tampil di acara yang berbeda-beda, dia tidak pernah lepas dari seragam Brimob.




Kalau bukan seragam berwarna coklat, anggota satuan Brimob Polda Gorontalo itu mengenakan seragam biru tua. Sama sekali tidak pernah tampil dengan baju bebas.

Ternyata hal itu bukan tanpa tujuan. Kepada Divisi Penerangan Umum (Kadivpenum) Mabes Polri, Boy Rafli Amar menjelaskan, safari media yang dilakukan Briptu Norman saat ini merupakan bagian dari tugas dari Mabes Polri.

"Jadi memang ada misi Polri dengan penampilan Briptu Norman ini. Karena sebenarnya Polri memiliki program kemitraan dengan masyarakat. Polri sangat mengharapkan adanya kebersamaan dangan masyarakat," jelas Boy, usai mendampingi Norman syuting program "Dahsyat" di studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (12/4).

Artinya, Polri menghendaki agar masyarakat bisa melihat sosok polisi bukan sekedar sebagai perangkat hukum. Tapi juga sebagai manusia yang bisa menghibur.

"Polisi yang humanis, polisi yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan. Tapi dia juga seorang penegak hukum. Jadi Mabes memberikan arah bimbingan pada Norman, untuk dapat menampilkan jati diri anggota Polri yang ideal," paparnya.

Perutnya Bisa Mengeluarkan Musik, ANeh-aneh saja ni orang....

Liputan6.com, Stockholm: Seorang pria Swedia menyiarkan suara musik dari perutnya selama beberapa jam melalui sistem audio mini, tapi amat disayangkan kualitas suara yang dikeluarkan perutnya mengecewakan.

“Jelek, jelek. Itu suara yang jelek sekali. Tapi bukan itu yang penting, aku cuma mau memperlihatkan bahwa itu berhasil”, kata Fredrik Hjelmqvist (45), pemilik toko peralatan hi-fi di Stockholm.
Hjelmqvist berharap bisa menjual temuannya dengan harga 12.800 euro (17.000 dolar AS). “Itu berhasil, kami adalah yang pertama di dunia yang melakukan ini,” kata Hjelmqvist.

Kapsul plastik yang digunakan berisi peralatan dan memiliki ukuran sekitar tiga sentimeter dan lebar 1,5 sentimeter dan berisi peralatan audio mini dengan batere berkekuatan besar. Musik tersebut dapat didengar dengan menggunakan stetoskop yang dihubungkan dengan amplifier.

Namun setelah sekitar tiga jam, rangkaian lagu Gloria Gaynor “I Will Survive” dan lagu Village People “YMCA” mulai hilang dan tak dapat didengar lagi.

“Operasinya tak bisa berlangsung hingga lewat akhir pekan ini, karena sebab alamiah,” kata Hjelmqvist. (Ant/AFP)

Lia Eden Di Bebaskan Jumat (15/4/2011)

TANGERANG, KOMPAS.com — Lia Aminuddin (64), terpidana perkara penodaan agama, yang dikenal sebagai Lia Eden, dibebaskan, Jumat (15/4/2011), setelah menjalani masa hukuman 4,5 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang. Ia menyatakan akan tetap menyiarkan ajarannya.

“Saya tidak pernah berbuat kejahatan. Setelah bebas, saya akan kembali dengan tugas mulia saya. Saya tidak takut. Ini amanat Allah yang harus dilakukan,” kata Lia kepada wartawan saat keluar dari LP di Jalan Muhammad Yamin, Cikokol, Kota Tangerang, sekitar pukul 08.00.


Lia dijemput tujuh jamaahnya dengan menggunakan dua mobil. Saat keluar dari gerbang LP, Lia telah mengenakan baju seperti jamaahnya, bersorban warna hijau lebar dengan ikat kepala putih terbuat dari kayu yang menyerupai mahkota sederhana. Sementara Lia membawa tongkat panjang dengan bulatan besar di ujungnya.

Selama di LP, Lia menjalani hari-harinya dengan mengajari para narapidana merangkai bunga, melukis, dan membuat boneka dari kulit jagung atau pelepah pisang.

Lia merasa senang saat kembali menghirup udara segar. “Pastilah bahagia kalau sudah bebas begini. Mana ada yang tidak bahagia. Saya di dalam sempat sakit-sakitan. Usia saya sudah tua, sudah 64 tahun. Saya menderita diabetes,” tutur Lia.

Gorila Cinta ma Itik... ikuti beritanya

TEMPO Interaktif, London - Ada pemandangan langka di Kebun Binatang Bristol, Inggris hari-hari ini. Komale, gorila berusia 4 tahun, kedapatan memiliki sifat kebapakkan. Buktinya Komale terlihat perhatian terhadap itik yang ditemuinya.

Seorang Juru Bicara Kebun Binatang Bristol menceritakan Komale akrab bermain dengan itik. Setiap itik yang ditemuinya hampir dipastikan dirangkul atau digendong laiknya bayi. Bahkan Komale tak segan untuk menciuminya."Manis sekali,"kata petugas yang tidak disebutkan namanya itu dalam Daily Mail Jumat, 15 April.

Pemandangan langka ini terekam jepretan kamera. Potret itu menunjukan Komale asyik menimang seekor itik. Berbeda dengan Komale yang menikmatinya, itik itu terlihat salah tingkah. Beberapa saat dalam gendongan Komale, itik itu pun melepaskan diri dan kembali bergabung dengan keluarganya.

Belum diketahui apa yang menyebabkan Komale bertingkah demikian. Sifat Komale ini berbeda dengan dua saudara perempuannya, Kera dan Namoki, yang memilih diam saat kumpulan itik ada didekatnya.

Salah Satu Ciri Pelaku Bom Cirebon

TEMPO Interaktif, Cirebon -Sebuah bom yang dikabarkan bom bunuh diri meledak di Masjid Polres Cirebon Kota pukul 12.15. Radius ledakan itu mencapai 2 kilometer. Akibat ledakan itu sekitar 15 orang luka. Kini mereka dilarikan ke rumash sakit Pelabuhan Cirebon dan RS tentara Cermai Cirebon.

Menurut sumber Tempo, menyebut, ledakan itu adalah bom bunuh diri. Pelaku, menurut sumber ini memakai baju hitam berdiri di shaf kedua saat shalat di masjid itu.

Peristiwa ledakan berlangsung ketika dilakukan shalat Jumat di masjid Polres Cirebon Kota. Akibatnya, jamaah yang kebanyakan merupakan anggota polisi menjadi korban dalam ledakan itu.

Kepolisian Cirebon Kota telah memasang garis polisi di sekitar lokasi. Sekarang ini pihak polisi militer dan organiknya sedang melakukan pemeriksaan di lokasi.

About